Oke, bahasan hari ini adalah suatu fenomena menjijikkan, perusakan bahasa nasional, bikin mata sakit: ALAY..
Fenomena ini biasanya menjangkiti anak" muda yg pengen gaul dan menciba eksis di kalangan para remaja saat ini, dan biasanya bertambah parah jika dialami oleh anak cewek yg lagi nyari pacar. Cewek ini akan terkena alay parah dan menunjukkannya pada khalayak ramai, dengan harapan akan dapat menarik perhatian sang pujaan hati.
Realitanya, cowok" sedikit yg terkena penyakit alay ini, kalaupun kena, cowok" tersebut merupakan cowok" pecinta wali, kangen band, ato band" melayu laen. Dan sialnya, cowok" yang tidak terkena penyakit alay ini justru ogah (jijik) jika ada cewek yang pake bahasa alay.
Serius. Aku udah survei ke temen" cowokku, kurang lebih 70 orang di 2 kota yang berbeda. Dan hasilnya mereka ga suka cewek alay.
Yang memprihatinkan dari fenomena ini adalah perusakan bahasa nasional. Yup, kalo bahasa gaul tahun 2000 an, masih mending lah, mungkin dari satu kata cuma dihilangkan satu ato dua huruf, pengiritan kalo ngetik d komputer. Kalo alay? PEMBOROSAN.
Contoh: Aku -> disingkat ak. Tapi kalo alay jadi -> akkoe, aquw, dll yg malah tambah panjang..
Sumpah, jika fenomena ini dibiarkan terjadi, sepuluh tahun ato dua puluh tahun lagi Indonesia bakal malu, (ato alay bakal jadi bahasa daerah). Kalo negara laen getol belajar english ato mandarin jangan sampe Indonesia getol alay.
Wahai bapak ibu guru yang benar" menghayati profesinya (bukan karena ga ada kerjaan trus ngelamar pns jadi guru), tolong berantas fenomena alay, kasian bahasa nasional di rusak, kasian juga yang baca.
MARI BERANTAS ALAY
http://kucinghitamtolongjangan.blogspot.com/2017/03/ary-please-seek-help.html
BalasHapus